06 January 2012

see see



Jangan remehkan mereka yang berjualan sambil mendorong gerobak.
Jangan remehkan mereka yang setiap hari mengayuh becak hingga berkulit hitam legam.
Jangan remehkan karena mereka berada dibawah derajat kalian.



Seringkali kita melihat, orang-orang yang mengemudi mobil ataupun motor mencaci maki mereka karena mengganggu jalannya lalu lintas. Harusnya saat itu pula kita tahu, ada beban di pundak mereka… memikul beban keluarga yang tidak kita ketahui. Apa pernah kalian berfikir bahwa orang-orang seperti itulah yang memiliki  kekuatan yang wajib kita contoh?
Di balik beban yang mereka pikul, mereka tidak mengeluh…tapi mereka berusaha.
Itulah alasan mengapa kita harus meneliti seberapa penting hal-hal yang seringkali kita remehkan.
Kita akan banyak belajar & bersyukur. Tidak sulit kok untuk melakukannya.
Selamat mencoba.

25 October 2011

Untitled

"Friendship is unnecessary, like philosophy, like art... It has no survival value; rather is one of those things that give value to survival." 
- C. S. Lewis

07 September 2011

Perspektif

***
"Pemikiran kita di hari ini, berbeda dengan pemikiran kita pada lain hari"
***

Mungkin menurut kalian itu salah.
dan mungkin pula alasan kalian adalah bahwa orang-orang yang seperti pernyataan diatas merupakan orang-orang yang tidak berpendirian.
Memang, itu juga tidak salah dan juga tidak benar.
Menurutku, benar juga kalau pemikiran hari ini pasti berbeda dengan pemikiran di hari lain.
dan alasanku adalah bahwa seseorang yang pemikirannya berubah itu belum tentu orang-orang yang tidak berpendirian. Bisa saja mereka merubah pola pikirnya dari yang dulu begitu sempit hingga menjadi luas. seperti kita menggambar dengan pola perspektif.
Kalau kita melihat dari segi usia, pastilah pemikiran setiap manusia akan berubah menjadi yang lebih dewasa, yang lebih luas dan memikirkan pula resiko. Benar?
Jadi, jangan salahkan mereka yang tampak terombang-ambing pemikirannya oleh kehidupan.

30 August 2011

1 : 3600

***
Detik ini adalah akibat dari apa yang telah kita lakukan pada detik-detik sebelumnya.
Jika detik ini kita menerima caci dan maki, maka itu adalah cermin dari apa yang telah kita lakukan.
Jika detik ini kita menerima kenikmatan, maka itu adalah buah hasil dari apa yang telah kita lakukan pula.
Untuk apa kita harus marah?
Untuk apa kita harus menangis?
Untuk apa kita harus menyesal ketika kita tengah larut dalam ombak penderitaan?
Detik inilah saat yang tepat dimana kita harus bangkit dan melawan kenyataannya!
Ayo bangkit...
Ayo berlari...
Kau tahu detik ini adalah dirimu yang dulu,
Lalu, apa kau akan tetap berdiam diri?
Apa kau hanya akan tetap berdiam diri?
Dan apa kau hanya akan tetap berdiam diri?
Detik ini...
Jika kau tahu Detik ini adalah dirimu,
maka kau harus bangkit,
dari selimut amarah,
dari lautan tangis,
dan dari penyesalan..
satu dari 3600 detik
akan berarti jika itu terwujud dari hati nuranimu.

08 August 2011

Yang Tidak Terpikirkan....

Kehidupan tidak akan pernah lepas dari yang namanya kasih sayang.
Ntah dari orang tua, guru dan teman.
Kadangkala kita tidak menyadari betapa besar kasih dari seorang Ibu.
Ibu. Yang selalu menasehati kita ketika kita malas belajar.
Ketika Ibu menasehati kita, kita hanya bisa menggerutu dalam hati, mengunci pintu kamar lalu mendengarkan musik dengan volume maksimal. Ya...itu wajar saja.
Tapi ada payung dibalik untaian-untaian yang dilontarkan Ibu kepada kalian...
Payung yang merupakan pelindung.
Percayalah, Ibu tidak sejahat apa yang kalian semua pikirkan.
Bayangkan saja, jika ibu jahat, ibu tidak mungkin membesarkan kalian hingga saat ini...