12 July 2011

pergi begitu saja...

***
Cerita I
T h e   E n d
***


Cerita II.
suatu hari, di halaman rumah Intan, Intan memotret dirinya menggunakan ponsel blackberrynya.
Setelah ia melihat hasil jepretannya, iya berteriak histeris dan berkata :

29 June 2011

Belanda & Seberkas Cahaya Lama

350 tahun lamanya Belanda menduduki Indonesia. Tidak ada yang tidak mungkin untuk Belanda berkuasa dan mendirikan bangunan-bangunan megah saat itu. Kekaguman saya akan arsitektur belanda terletak pada model unik & kokohnya bangunan. Bangunan yang mereka bangun pada zaman-zaman penjajahan tetap berdiri kokoh diatas tanah airku. Dari rumah-rumah kecil, sampai gedung-gedung perusahaan, tetap tegak dengan cahayanya sebagai peninggalan Belanda.
Seperti yang saya ketahui di kota saya, Pasuruan. Rasa ingin tahu saya terhadap bangunan-bangunan peninggalan Belanda di Pasuruan sangatlah besar itu dikarenakan cerita-cerita Kakek saya yang sangat menarik. Tidak hanya di Pasuruan, setiap kali saya menemui bangunan khas Belanda di jalan Kota Surabaya & Malang, mata saya tidak akan berpaling darinya. Begitu megah… SANGAT MENGAGUMKAN!
Semua hal ada Pro dan Kontra. Begitu pula Bangunan-bangunan kokoh tersebut. Ada yang terawat dan ada yang begitu saja ditinggalkan. sangat sayang!  Yang saya tahu di kota Pasuruan, salah satu bangunan peninggalan Belanda sedang dirombak untuk dijadikan pertokoan. Walaupun hanya ditambah satu bangunan didepan bangunan lama tersebut, menurut saya itu tidak sewajarnya. Seharusnya mereka menyadari bangunan bersejarah tersebut akan menjadi sejarah yang tidak akan terlupakan. Jika bangunan bersejarah ditinggalkan dan ditiadakan, maka tidak akan ada lagi cerita untuk anak-anak masa depan.
Kota Pasuruan masih menyimpan beberapa diantaranya :
Gedong 8 Pasuruan
Gedung Wolu Pasuruan

P3GI

Gang apa lupa deh hehe

27 June 2011

Di Balik Bilik Pelabuhan Pasuruan

Sebagian besar Insan mengenal Kota ini sebagai Kota kecil dan tidak berpotensi akan kekayaan & pesona alam. Menurut saya, itu hanyalah komentar bagi mereka yang tidak kenal dekat dengan wilayah-wilayah terpencil di kota ini. Coba anda lihat kea rah Utara kota Pasuruan. Disana terdapat pelabuhan. Memang terlihat sedikit kumuh. Coba lagi anda beralih kea rah Timur Pelabuhan. Disana anda akan menemukan sebuah pemukiman dengan penduduk bermata pencaharian sebagai pembuat garam. Disana terdapat juga sebuah “Pantai”. Ya, “Pantai”. Saya menyebutnya Pantai jika saja penduduk disana sangat merawat dan mencintai lingkungan tinggal mereka. Sangat disayangkan sekali. Mereka yang tinggal disana tidak mau memajukan sendiri potensi alam tersebut.

Yang saya sangat prihatinkan, penduduk disana sangatlah tidak peduli lingkungan mereka. Mereka membuang sampah di laut & membuang ,maaf,kotoran mereka di tambak tempat mereka akan membuat garam. Bisa anda bayangkan sendiri bagaimana pikiran saya tentang Garam buatan yang sudah jadi! Sungguh sangat amat disayangkan mereka tidak mau memajukan tempat tinggalnya sendiri.
2,5 tahun lalu adalah kali pertama saya mendatangi tempat ini, lautnya masih bersih & tidak ada sampah. Tetapi, beberapa waktu lalu saya mengunjungi tempat ini, suasana sudah sangat berubah. Sangat suram & tidak nyaman. Saya benar-benar prihatin akan apa yang mereka lakukan terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.
Tetapi, inilah sedikit bagian yang cantik dari Utara Kota Pasuruan :



-Photo by : Hilda Laksmita Dewi
Loc : Pelabuhan Pasuruan , 2011

23 June 2011

Menghapus Sepimu

Kesepian adalah...
hal yang tak bisa dihindari ketika kita kehilangan sosok yang kita inginkan.
Sahabat.
Kadangkala kita akan mengerti betapa pentingnya sahabat,
ketika kita sedang sendiri dibawah terik sinar mentari.
Sahabat..
Mendinginkan yang panas, dan melelehkan segala kebekuan .
Ketika kita menangis karena putus asa, sadarkah pikiran kita atas perlakuan Sahabat,
yang dengan panik bertanya,"Ada apa gerangan..?"
Ya, kita tidak akan menyadarinya saat itu juga.
Sebagian dari kita pasti menyadarinya
disela-sela waktu ketika mereka tidak ada disamping kita.

Kesepian dan kesendirian.
suatu kesatuan yang akan membuka mata hati kita untuk bertoleransi dengan yang lainnya,
membuka jendela hati untuk tahu tentang arti pentingnya kebersamaan bersama orang-orang yang ramah.
Jangan berpikir Kesendirian dan Kesepian adalah akhir dari keriang gembiraan kita..
jadikan kesendirian dan kesepianmu sebagai motivasi...